Sabtu, 17 Februari 2018

A Sufi's Diaries: Book 15




Kumpulan kisah-kisah dan kutipan spiritual dari seorang Sufi, jilid ke-15.


 

Diary 99:
Heart or Brain?
Hati atau Otak?


Beberapa hari yang lalu, murid termuda saya yang tinggal di Washington mengajukan pertanyaan yang sangat menarik ini:
"Ketika kau merasakan sesuatu di hati (jantung)mu, apakah sesungguhnya datang dari hati atau dari otak?"

Dan inilah jawaban saya:
Otak mengatur, menerjemahkan, memproses rangsangan dari semua indera di tubuh kita.

Hati (jantung, atau sebagian menunjuk Thymus) adalah satu dari indera kita. Di sinilah terletak chakra jantung -- indera yang sangat sensitif dan sangat kuat untuk menghasilkan energi ke dalam dan keluar dari tubuh kita. Bila jantung ini merasakan sesuatu, rangsangan itu dibawa ke otak untuk diproses.

Tantangannya adalah:
Ketika rangsangan itu diproses oleh otak, otak menambahkan logika pada proses tsb. Maka proses ini menjadi tidak murni lagi. Pelaku spiritual melatih diri untuk memisahkan rasa dan logika, maka mereka bisa mendapatkan hasil proses otak yang murni.

Lebih lagi, logika biasanya sudah dipengaruhi dan terpolusi oleh memori atau pengalaman dari masa lalu, sehingga menambahkan ketidak-murnian pada proses di otak. Mencegah logika mempengaruhi proses otak adalah mengapa praktik meditasi sangatlah penting.








Diary 100:
Holographic Principle Implication
Implikasi dari Prinsip Holografis


Jika prinsip holografis kita tinjau dengan lebih seksama, terdapat implikasi yang cukup menggelitik rasa ingin tahu;

Jika suatu obyek O bergerak dalam ruang, misal dari titik A ke B, maka sesungguhya ia tidak BERGESER dari A ke B, melainkan ia terproyeksikan di titik A, kemudian hilang, dan terproyeksikan kembali di titik B.

Obyek O tidak travel through space melainkan appear and re-appear in different location in space. Atau projected then re-projected to different location in SPACE.

Bahkan jika pun si obyek O tidak bergerak sama sekali pada ruang, ia tetap mengalami being projected and re-projected in TIME.

Bila pemahaman kita dibawa lebih dalam lagi, maka sesungguhnya SPACE hanyalah ilusi. TIME-lah yang lebih bertanggung jawab atas keberadaan / eksistensi si obyek O.

Dengan demikian, TIME adalah struktur konstruksi REALITA ini. Tanpa TIME, tidak ada yang dapat terproyeksikan. Tanpa TIME, tidak ada SPACE. Karena space merupakan satu dari Obyek yang terproyeksikan itu sendiri.

Saya ingin membawa pemahaman kita lebih holistik (menyeluruh) dan meliput segalanya. Semua yang eksis di alam (dalam kerangka / Continuum Space-Time) ini adalah energi. Baik itu materi (matter), Forsa (Force), bahkan cahaya sekalipun, adalah energi. Silakan baca tulisan saya "Braneworlds" untuk memahami bagaimana semua ini adalah energi.

Setelah anda paham sepaham-pahamnya mengenai pernyataan saya bahwa semua yang eksis di alam ini adalah energi, maka kita bisa lanjutkan. Saya akan menggabungkan pemahaman ini dengan impliksi dari Prinsip Holografis.

Jika TIME (waktu) adalah struktur konstruksi realita, maka energi adalah obyek yang terproyeksikan di setiap moment dalam waktu. Proyeksi ini terpancar dalam pulse dengan kerapatan atau frekuensi tertentu. The Pulse, tidak bisa kita ukur kerapatannya. Sangat rapat, sangat cepat, sangat intense.

Manusia mengunakan gelombang panjang untuk mendeteksi obyek yang jauh, sedangkan eksistensi segala sesuatu terproyeksi dalam pulse yang sangat rapat. Dengan melibatkan Prinsip Holografis, maka dalam setiap Pulse, terjadi proyeksi seluruh informasi mengenai seluruh alam semesta pada setiap lokasi di SPACE (ruang).
"In every blink, there is the whole reality."
Dan secara bersamaan pula in every blink, there is the SOURCE of reality.
Semakin rapat pemahamanmu, semakin dekatlah eksistensimu dengan ritme pulse of the whole realitySemakin tinggi tingkat kesadaranmu, semakin tinggi kerapatanmu dengan frekuensi seluruh realita, dan dengan the Source of Reality itself.








Diary 101:
Life Masterpiece
Maha Karya Kehidupan


Kemarin saya berpikir untuk membuat Facebook Page untuk diri saya sendiri. Ketika berada di bagian setup, ditanyakan kategori dari page yang saya buat ini. Saya harus memilih satu kategori dari daftar kategori yang ada. Saya tertegun memikirkan apa yang harus saya pilih.

Jika saya memilih "Blogger", bagaimana jika suatu hari saya menerbitkan buku, maka saya juga menjadi "Author", kan? Tetapi saya tidak boleh memilih dua kategori sekaligus.

Dan ada pula kategori "Writer". Mungkin saya bisa memilih Writer ketimbang Blogger atau Author. Tapi tunggu... ada pula kategori "Entrepreneur" di situ. Dan ada banyak kategori lainnya di daftar tsb yang saya merasa saya berada di banyak kategori itu.

Saya jadi semakin bingung. Saya harus memilih satu saja, dan saya tidak bisa memutuskannya.

Lalu saya menyadari ini;
Saya dapat melakukan banyak hal yang saya nikmati. Beberapa adalah sebagai mata pencarian, yang lainnya adalah hobi. Bagi saya semuanya sama pentingnya. Jadi saya tidak boleh dipaksa hanya memilih satu saja. Mengapa saya harus memilih satu? Tuhan telah menciptakan saya seperti ini, lalu mengapa manusia membatasinya?

Jadi, siapa saya ini?
Pagi ini saya ketemu jawabannya. Dan ini berlaku tidak hanya untuk diri saya sendiri, tapi juga untukmu dan orang lain.

Kita semua adalah SENIMAN untuk hidup kita sendiri. Jika ada kategori, maka pilihlah "ARTIST (SENIMAN)".

Seniman mencipta. Apa yang kita ciptakan? Hidup kita!
Kita mencipta dan membentuk hidup kita. Kita memanifestasikan realita kita sendiri.

Kau adalah seorang seniman. Ciptakanlah kehidupan yang indah dan cantik yang tidak hanya dapat dinikmati oleh dirimu sendiri, tapi juga oleh seluruh manusia dan seluruh alam semesta ini.

Ciptakan Karya Agung hidupmu!
You are an Artist.
Create your Life as a Living Masterpiece!







Diary 102:
Stove
Kompor


Semua adalah energi. Masalah yang kau hadapi juga energi. Reaksimu membuat energi itu bergerak; Energi in Motion; Emotion. Kau pun meluapkan emosimu dalam menghadapi masalamu.

Feeling / Rasa adalah alatmu untuk mengendalikan Energi itu. Kau bisa memusuhinya atau memanfaatkannya sebagai sekutumu.

Kompor menghasilkan api. Api adalah energi yang panas yang tiada seorang pun mau berada di dekatnya. Tetapi api itu bisa menjadi sekutumu. Kau letakkan wajan di atasnya, maka kau bisa memasak masakan kegemaranmu.

Jika kau membutuhkan kompor menyalakan api selama 10 menit untuk membuat masakan lezat kegemaranmu, bagaimana bila 30 menit? Akan ada berapa masakan lezat yang dapat kau masak?

Masalah mirip dengan api. Energi dari masalah bisa kau jadikan sekutumu. Kesadaranmu dapat mengendalikan arah alirannya untuk membantumu menjadi seorang yang lebih baik. Semakin banyak masalah yang kau hadapi, semakin banyak pula hasil positif yang dapat kau hasilkan.

Sekarang, masih mengeluh?







Diary 103:
Conquering Ego
Menundukkan Ego


Musuh terbesarmu adalah egomu sendiri.
Menundukkan ego adalah dengan menghadirkan yang lebih hebat dari ego, yaitu Tuhan. Tuhan dihadirkan dengan menemukan-Nya di dalam diri. Dia akan kita temukan dalam ketenangan, keberdiaman dan meditasi.

Tubuh kita adalah sebuah kuil. Kuil itu kosong, maka dia diisi oleh ego. Ego harus menepi, hadirkan Tuhan di dalam kuilmu itu.

Sesuatu itu ADA karena kau yakin dia ada. 
Maka Tuhan itu ADA hanya bila kau yakin Dia ada.

Sesuatu itu harus di-Rasa-kan dulu, baru dia akan hadir menjadi nyata.
Maka, rasakanlah Tuhan di dalam diri. Setiap hari, setiap jam, setiap nafas. Dia akan berwujud nyata di dalam dirimu.

Hadirnya Tuhan di dalam diri adalah tanpa syarat apa pun selain dirasakan dan diyakini. Tidak ada ritual lainnya. Tidak ada doa, tidak ada mantra, tidak ada sesembahan, tidak ada syarat apa pun.

Panggillah Tuhan dengan syukur. dengan renungan. Bukan dengan doa, tetapi dengan rasa. Rasa syukur, rasa bahagia, rasa compassion (iba).

Kalau setiap nafasmu hanya rasa itu yang kau rasakan, maka tidak ada celah sedikitpun bagi ego untuk mendapatkan perhatianmu.
Kuil itu akan sudah penuh.








Diary 104:
The 7 Macaws & The God Hunahpu
7 Macaw dan Dewa Hunahpu


John Major Jenkins (alm) mempelajari peradaban bangsa Maya kuno selama 30 tahun.
Berikut adalah satu dari sekian banyak yang ditemukannya;

Di dalam mythology bangsa Maya kuno, di penghujung zaman terdapat 7 Macaw dan satu dewa Hunahpu. 7 Macaw adalah pemimpin palsu yang harus dikalahkan agar dewa Hunahpu (dewa kelahiran kembali / rebirth) dapat berkuasa.

Dari hasil penafsiran terdalam atas simbol-simbol ini menjelaskan bahwa 7 Macaw mewakili ego manusia. Dewa Hunahpu mewakili peristiwa transformasi.

Di dalam setiap diri manusia terdapat ego yang harus ditaklukkan agar peristiwa transformasi jiwa dan spiritual dapat terjadi. 

Transformasi spiritual ini merupakan peristiwa yang sangat penting sehingga diabadikan oleh bangsa Maya kuno ke dalam relief dan ukiran kuil-kuil mereka. Bangsa Maya memahami alam ini dalam satu kesatuan; fisik dan spiritual. Apa yang terjadi di dunia fisik dan non-fisik memiliki kedudukan yang sama pentingnya. Sehingga Transformasi di diri manusia berdampak pada hidup fisik dan non-fisik manusia tersebut.

Seperti apakah transformasi itu?
Sebuah pencerahan. Terlahir kembali. Bagai ulat yang mati dan terlahir kembali menjadi kupu-kupu. Manusia terbebas dari belenggu keduniawian dan hidup bersama keselarasan alam semesta, yaitu bersama Tuhan.

Peristiwa transformasi hati ini adalah peristiwa tertaklukkannya ego. Inilah persitiwa terpenting dalam diri manusia.








Diary 105:
Head & Feet
Kepala dan Kaki


Kaki adalah anggota tubuh bagian bawah, bersentuhan langsung dengan tanah. Tugasnya adalah berjalan membawa tubuh ke mana saja. Kepala adalah anggota tubuh bagian paling atas. Ada otak yang berpikir dan memberikan tugas kepada anggota tubuh lainnya termasuk kaki untuk melangkah. Di kepala juga ada mata yang melihat jauh ke depan guna memberikan pandangan luas atas kehidupan ini.

Tubuh kita hidup di dua tingkatan; duniawi dan spiritual. Dalam analogi ini, kaki melambangkan kehidupan duniawi, sedangkan kepala adalah kehidupan spiritual. Berjalanlah dengan tegak. Kaki di bawah, kepala di atas. Kepala memegang kendali kemana kaki melangkah.

Namun sebagian besar manusia melakukannya terbalik. Mereka membiarkan kaki yang mengendalikan kepala mereka. Kepala berada sama rendahnya dengan kaki. Mereka berjalan merayap.

Ada dua kondisi dimana kaki dan kepala sama rendahnya, yaitu saat sedang tidur atau mati. Mereka yang berjalan merayap adalah mereka yang masih tidur, atau sudah mati tetapi pura-pura hidup.

Maka, bangunlah!







Diary 106:
Divine Logic
Logika Illahiah


Banyak orang yang saya temui berpendapat apa yang saya ucapkan untuk mereka, tidak masuk logika.

Salah satu case:

Hidup itu perlu kerja keras, karena hanya dengan kerja keras uang datang.

Saya berkata, "Jadwalkan dengan rutin untuk berdiam diri, merenung, kontemplasi, tafakur, mengosongkan pikiran, meditasi."

Bagi mereka ini tidak masuk akal. Karena bukannya dimotivasi untuk lebih semangat bekerja, malah diminta duduk diam?

Case lainnya:

Sedang ada masalah keuangan, keluarga, cari jodoh, dll.
Saya berkata, "Berserah dirilah pada Tuhan, bersyukur atas hidup ini."

Mereka juga heran dan merasa apa yang saya ucapkan tidak logis bahkan tidak nyambung dengan masalah mereka.

Lagi susah kok disuruh bersyukur?

----------

Satu2-nya yang bisa mem-validasi semua kepahamanmu adalah Tuhan. Validasi dari manusia itu tidak sempurna dan cenderung salah. Tetapi dari Tuhan, validasi itu Hakiki.

Setelah selang beberapa tahun, sebagian dari mereka mengakui kekeliruan logika mereka dan beralih ke logika yang alamiah nan sederhana itu.

"Ternyata begitu ya..."

Bukan saya yang membenarkan. Melainkan mereka dapatkan langsung dari Tuhan.









Diary 107:
Lose?
Kalah?


Cuaca panas, jalanan macet, kamu terjepit tidak bisa bergerak.
Kau merasa kesal dan mau marah. Ada orang yang tiba-tiba memaksa menyalip, kau bentak dia penuh emosi. Lalu ketika mulai bergerak, kendaraanmu menyerempet kendaraan lain.

Mari kita renungkan kejadian di atas:

Cuaca panas dan macet (kalah 1), Kesal (kalah 2), marah dan membentak orang (kalah 3), menyerempet (kalah 4). Dan semua perilaku itu tidak menjadikanmu lebih cepat tiba di tujuan atau cuaca berubah teduh (kalah 5).

Mengapa harus memperburuk kondisimu?
Jika kamu sudah kalah 1 (panas dan macet), jangan biarkan hal itu merembet ke hal merugikan lainnya.
Lebih baik tidak marah, tidak perlu membentak orang, dan karena tenang kamu tidak menyerempet kendaraan lain.
Kondisi kalah 1 itu pun bisa diimbangi dengan menikmati kondisi itu dengan mendengarkan musik, diskusi, membaca, dll. Jadi kamu tidak kalah apa pun.

--------------------

Kejadian serupa:

Orang berhutang padamu tapi tidak membayar (kalah 1).
Jika kamu marah dan memusuhinya, kamu jadi punya musuh baru (kalah 2), uangmu juga tidak akan pernah kembali (kalah 3).

Bagaimana jika kamu jadikan orang yang berhutang itu sebagai teman dekat? Mungkin malah kamu bisa membantunya untuk dapat membayar hutangnya padamu. Sehingga Kau mendapatkan teman dan uangmu kembali. Kamu tidak kalah apa pun.

--------------------

Kejadian di Hidup ini selalu datang dalam dualitasnya; positif dan negatif.

Semua alamiah.
Tingkat Kesadaran / kepahaman-mu lah yang menentukan sikapmu dan hasilnya.









Diary 108:
Genuineness
Keaslian


Jika kau adalah manusia dengan karyamu yang asli (Genuine),

Berjalanlah dengan tegak, kepala di atas melihat dekat dan jauh, sejauh mata memandang.

Langkahkan kaki dengan tegas tegap menapak hingga bumi merasakan langkahmu, hingga getarannya membangunkan siapa pun yang merasakan dan mendengarkanmu.

Pandanglah mereka dengan tatapanmu yang penuh percaya diri, yakin akan karyamu. Sapalah mereka dengan kemuliaan dan keagunganmu, ramah, sopan, ulurkan jabatan tanganmu yang penuh kepastian, terasakan luapan energi positifmu.

Kau tidak perlu berkata, 'pandanglah aku'. Karena mereka sudah memandangmu.
Kau tidak perlu berkata, 'dengarkanlah aku'. Karena mereka sudah mendengarkanmu.

Tanpa keraguan, langkahmu adalah panutan.
Bahkan jejak tapakmu menjadi petunjuk mereka yang di belakang.

Ucapanmu adalah penerang jalan.
Keberadaanmu selalu dinantikan dengan gegap gempita sambutan.

Cinta tercurah di setiap karyamu.

Selamat berkarya!









Diary 109:
A Beggar Who Threw Away Money
Pengemis Yang Membuang Uang


Sewaktu saya kuliah dulu, ada seorang pengemis jalanan membuang uang logam Rp 25 yang saya berikan padanya. Saya terkejut melihatnya.

Saya berpikir dalam hati, mungkin dia menunggu ada yang memberinya Rp 100 ribu, barulah bisa dia hargai. Tetapi, bagaimana bisa dia menghargai uang Rp 100 ribu jika yang Rp 25 saja tidak dia syukuri? Lagipula, siapa yang mau memberinya uang banyak, jika uang sedikit saja tidak diterimanya dengan ikhlas?

Lalu kejadian itu terpantul kepada saya. Saya berpikir; dalam wujud / kondisi yang berbeda, saya pun sebenarnya adalah seorang pengemis. Bagaimana saya bisa mendapatkan rizki berlimpah bila yang sedikit saja tidak saya syukuri?

Sikap kita terhadap setiap kejadian-kejadian kecil yang datang di sekitar kita sekarang ini, melatih bagaimana kita bersikap terhadap kejadian besar di masa yang akan datang.

Setiap kejadian kecil dan besar adalah pelajaran. Berapa pun yang kita terima dari usaha kita saat ini harus sangat kita hargai dan kita syukuri dengan sikap positif dan rasa bahagia.

Dan 22 tahun kemudian saya bisa mengatakan ini dengan penuh keteguhan;
Bahwa bila kita mensyukuri yang kecil, maka kita PASTI akan mendapatkan yang besar.

Janganlah jadi pengemis yang membuang uang.









Diary 110:
In Meditation
Di Dalam Meditasi


Pada awalnya jalannya terasa kasar, berbatu-batu, yaitu sulit fokus, pikiran kemana-mana. Meditasi melatih kesadaran, yaitu diawali dengan memperhatikan pikiran diri sendiri, bagai melihat diri sendiri sebagai orang ketiga. Bila dia mulai pergi, kembalikan lagi.

Setelah berhasil hening,
Akan terjadi pembersihan jalur energi di dalam tubuh. Sensor / indera kasar maupun halus dibersihkan dan menjadi lebih peka.

Di sini akan mengalami yang saya namakan SENSASI.

Banyak pelaku meditasi yang ketakutan karena merasa terganggu. Tetapi ada pula yang merasa bangga, karena mereka merasakan banyak hal. Banyak yang kemudian terjebak di sini, karena mereka menemukan banyak MAINAN; jin, senjata, pusaka, dll. Mereka mencari-cari dan mengkoleksi mainan-mainan itu.

Semua itu adalah ENERGI di dalam diri maupun di sekeliling kita. Dan semua itu HIDUP. Murnikan, kembalikan ke tempat mereka yang semestinya. Semua makhluk hidup bahagia.

Bagi yang berhasil melanjutkan, level selanjutnya adalah PERSEPSI.
Banyak dan bahkan hampir semua pelaku meditasi terhenti dan terjebak di sini. Karena mereka tidak mampu lagi membedakan mana yang nyata dan ilusi.

Di sini mereka tidak lagi hanya mencari MAINAN, tetapi mereka sudah mampu MEMBUAT mainan mereka sendiri. Bahkan kemudian memanfaatkannya untuk berdagang dan sebagai mata pencaharian.
Mereka ini saya sebut sebagai DUKUN. Maka, janganlah berpersepsi. Hanya setelah kau sadari bahwa itu bukanlah tujuan akhir. Maka kau bisa melanjutkan.

Kemudian, ada KOSONG, Hening, Ketiadaan (Nothingness).

Realita dan Ilusi semakin sulit dibedakan.
Perjalanan di DUA DUNIA (Between Two Worlds), terjadi perang antara kau dan Mara.

Setelah Mara berhasil ditaklukkan, kau menemukan pintu rumah. Inilah PERJALANAN PULANG (A Journey Home). Di dalamnya ada ruangan-ruangan. Di ruangan terakhir ada sebilah cermin.

Kau pun memandang ke cermin itu. Terjadilah pemusnahan, peleburan, penyatuan. Manunggal. Kemudian kau keluar dan terlahir kembali.

Namun kau keluar tidak sendirian. Kau membawa satu sosok yang selama ini terkurung di dalam ruang jiwa terdalam. Inilah KEMUNCULAN YANG TERSEMBUNYI (Emergence of The Concealed One).

DIA-lah yang selalu berada di depanmu, memandumu dalam setiap langkah, setiap nafas, setiap perbuatan.

----------
Agung di dalam dan Agung di luar.
As above so below, as within so without.









Diary 111:
So, Just Know!
Maka, Pahamlah!


Banyak yang bertanya kepada saya;
“Yang anda terangkan mirip ajaran si anu. Apakah anda mengacu pada si Anu?”

Atau
“Yang anda katakan itu sangat logis dan benar, sumbernya dari mana?” 

Dll, yang semacamnya. 

Saya menjawab,
“Saya tidak tahu mengenai si Anu atau si Itu.

Yang saya katakan / terangkan sumbernya dari Kepahaman. Yaitu kepahaman mengenai seluruh alam ini secara kesatuan dan hakiki. Ini bukanlah hal baru.. ini bukan penemuan seorang manusia pun. Ini sudah ada sejak alam ini tercipta.”

Begini, saya jelaskan;
Jika kita memahami Tuhan yang hakiki, memahami alam ini secara utuh, maka pemahaman yang SESUAI -lah yang kita manifestasikan ke dalam setiap aspek kehidupan.

Kamu tidak perlu diajari untuk berbuat baik, tidak perlu diajari untuk berlaku selaras dengan alam. Semuanya akan sesuai secara otomatis, selaras dengan sendirinya, semuanya terjadi begitu saja secara alamiah. Termasuk setiap ucapan dan perilakumu.

Istilah saya;
“Jika kamu paham, maka tidak perlu ada yang jagain kamu.”

Seperti seorang penyanyi;
Jika ia PAHAM tangga nada, maka ia bisa bersenandung dan bernyanyi dengan indah dari hatinya. Ia tidak perlu belajar atau menghapal sebuah lagu dulu. Tapi senandung merdu itu akan keluar sendiri secara otomatis, alamiah, sesuai, dan selaras.

Lalu orang bertanya padanya,
“Kamu nyanyi lagu apa? Dari mana belajar lagu itu? Siapa yang ngajarin kamu akan lagu itu? Dari mana sumbernya?”

Jawabannya, “Tuhan”.

Maka, PAHAM-lah!

Semuanya yang terjadi akan otomatis terjadi sesuai, selaras, alamiah, bersama Tuhan.









~ Collection of Stories & Quotes ~





Semangkuk Hidup

Hidup... inilah bahan dasar masakanku.
Kutaburi senyum, sesendok bahagia, dan segenggam cinta.
Kutambahkan sejumput sakit, sepetik pedih, dan setetes tangis.

Kuaduk sampai rata....
Hmm... tercium harumnya hidup... seperti apa ya..?... Semangat! Ya ini harumnya semangat hidup!

Kuaduk lagi beberapa saat agar bumbu lebih meresap.
Hmm... sekarang tercium pedasnya dan pahitnya rempah. Hidup menjadi semakin menarik.
Tak sabar aku ingin segera mencicipinya!

Nah... masakanku sudah selesai.
Rasanya lezat, gurih, penuh semangat!
Semangkuk hidup yang sempurna!

Terima kasih Tuhan.






Switch

Ada satu switch di dalam dirimu. “Klik”, lalu kau berubah.

Dari BELUM menjadi SUDAH, dari TIDAK menjadi YA, dari TAKUT menjadi BERANI, dari RAGU menjadi YAKIN, dari TIDAK BISA menjadi BISA, dari SUSAH menjadi MUDAH, dari TERTEKAN menjadi BEBAS!

Semudah itu!





God is A Baker

Seorang pembuat kue (Baker) ingin membuat kue yang lezat. Untuk itu dia membutuhkan perangkat yang lengkap, termasuk dapurnya.

Maka ia membuat dulu seluruh dapur lengkap dengan semua isinya, semua hal yang dibutuhkannya seperti kompor, oven, gas, wajan, loyang, mixer, timbangan, sendok, sampai ke lemari pendingin, dll, dll...

Kemudian dia juga harus menyiapkan seluruh bahan-bahan pembuat kue seperti tepung, gula, telur, mentega, dll. dll...

Barulah dia bisa membuat kue yang diinginkannya.
Kuenya sangat lezat.
Seluruh alam semesta ini harus ada dulu sebelum manusia diciptakan.





Life is a Coin

Lemparlah koin itu, sisi mana pun yang terbuka, kau menang!
Jika kau memilih satu sisi saja, maka kau sudah kalah sebelum kau melempar koin itu.





Medtasi Pagi

Doktrin yang ada di masyarakat adalah kamu harus sangat giat aktif bila ingin mendapatkan hasil.

Mereka bertanya-tanya; bagaimana mungkin seorang meditator dapat meraih sukses di kehidupannya bila ia lebih banyak diam ketimbang aktif bergerak?

Saat seseorang melakukan meditasi, ia mendiamkan seluruh otot tubuhnya, memadamkan seluruh indera fisiknya. Energi besar yang biasanya digunakan untuk melakukan kerja fisik, dialihkannya untuk menertibkan pikirannya.

Kau adalah seorang pelukis yang akan menghasilkan lukisan indah hari ini. Maka kau harus mengganti kanvasmu yang sudah kau gunakan kemarin dengan yang baru.

Lalu kau mulai membayangkan lukisan yang ingin kau lukis hari ini.
Kanvas kosong sudah terbentang. Apakah yang akan kau lukis?

Kau ambil kuas dan kau lukis rasamu; BAHAGIA.

Kau buka matamu, meditasimu pagi ini selesai dengan senyuman di wajahmu. Kau panjatkan rasa syukur, dan siap untuk melakukan pekerjaanmu dengan satu rasa; bahagia.





Hacking Life

Hidup ini bagaikan program komputer yang tengah running.
Untuk benar-benar memahaminya secara fundamental, kita harus membaca ‘source code’ -nya.

Untuk bisa membaca source-code hidup ini, kita perlu me-hack -nya.
Untuk me-hack-nya, kita hanya perlu bertanya dengan syntax ‘WHY?’.
Semakin kita bertanya, kita dapat membaca hidup ini. Bagaimana awalnya, dan bagaimana alurnya.

Hidup akan tetap running. Dan kita paham mengapa ia running demikian.





Your Feeling is Your Prayer

The Great Attractor menjelaskan mengapa ‘Your Feeling is Your Prayer’ (rasamu adalah doamu).

Semua orang berdoa. Dan bagi mereka berdoa itu artinya adalah mengharapkan sesuatu. Mereka memvisualisasikan harapan mereka itu. Itulah doa bagi mereka.

Alam semesta berbicara dalam bahasa rasa (feeling). Sehingga dalam berdoa, bukanlah harapanmu yang disampaikan kepada-Nya, melainkan rasa-mu. Apa yang kau rasakan saat ini, itulah doamu.

Jika kau meminta agar dikeluarkan dari kesulitan, kau sedang merasa kesulitan. Maka doamu adalah ‘kesulitan.’
Kau meminta kesulitan. Dan kau akan mendapatkannya.

Jika harapanmu adalah kebahagiaan, maka berbahagialah, sekarang. Dan bersyukurlah karena kau sudah berbahagia.

Alam semesta akan memahami rasa bahagiamu. Kau akan mendapatkannya.
Kau akan paham bahwa hanya ada rasa syukur.
Janganlah berdoa, tetapi bersyukurlah.





Few of The Great Attractor principles: 
(Beberapa prinsip The Great Attractor):

“You don’t choose your life’s purpose. The purpose chooses you!” 
(Kau tidak memilih tujuan hidupmu. Tujuan hidup memilihmu!)

“You don’t set your goal. The Goal sets you!” 
(Kau tidak menentukan hasil. Hasil yang menentukanmu!)

“You don’t plan your missions. The missions are already there for you to carry on!” 
(Kau tidak merencanakan misimu. Misimu sudah ada untuk kau jalankan!)





Law of Attraction:
Kau menentukan apa yang kau inginkan, dan meminta universe mewujudkannya. 

-----
The Great Attractor:
Kau berencana, bergerak dan menentukan segalanya dalam hidupmu, bersama Tuhan.

-----
Pilih yang mana?





Takut Bertanya, Kau Terkurung

Malu bertanya sesat di jalan', katanya.

Pertanyaan adalah kunci kehidupan. Setiap kali kau bertanya kau membuka satu pintu yang tadinya tertutup. Semakin banyak bertanya, semakin banyak pintu-pintu yang kau buka. Semakin banyak pula yang dapat kau lihat.

Semakin banyak yang kau lihat, semakin banyak pengetahuan yang kau dapatkan. Pengetahuan itu membuatmu menjadi lebih arif dan bijaksana.

Sampai akhirnya kau menyadari bahwa semua pintu-pintu itu hanyalah ilusi semata. Begitu pula dinding yang selama ini menghalangi jalamu semuanya ilusia saja. Sekarang kau paham bahwa hidupmu yang sesungguhnya barulah kau jalani, adalah hidup yang bebas bukan ilusi.

'Takut bertanya, kau akan tetap terkurung di kehidupan ilusimu.’




Persepsi Eksternal

Kebanyakan orang menerima definisi baik-buruk, benar-salah, tujuan hidup, adalah dari orang lain, dari orang tua, guru, budaya, agama, dan lainnya.

Sehingga pemahaman mereka mengenai hidup adalah dari persepsi orang lain yang ditanamkan kepada mereka.

Tidak pernah sekalipun mereka bertanya; sesungguhnya aku ini siapa? Dan apa tujuan hidupku?

Maka, jika ingin tahu siapa jati dirimu yang sesungguhnya, dan apa passion-mu yang hakiki, adalah dengan membebaskan dirimu dari semua persepsi eksternal itu.





Bersaing Dengan Tuhan

Seorang penulis menuliskan karyanya yang agung bukan untuk dikagumi orang lain.

Seorang pelukis melukiskan lukisannya yang ak tertandingi bukan untuk dikagumi orang lain.

Seorang penyanyi menyanyikan lagunya dengan suaranya yang sangat merdu bukan untuk dikagumi orang lain.

Seorang pelari, berlari dan menang, bukan untuk dikagumi orang lain.

Pedagang nasi uduk, memasak dengan lezatnya bukan untuk dikagumi orang lain.
Seorang yang berbuat baik, bukan untuk dikagumi orang lain.
Seorang yang berucap dengan suara lembut, bukan untuk dikagumi orang lain.
Mereka semua berbuat dan berkarya untuk dirinya sendiri, dan Tuhan.

Kerinduan Tuhan kepada mereka mengeluarkan kekuatan potensi diri mereka secara maksimal.

Untuk menghasilkan karya terbaik, mereka tidak bersaing dengan sesama manusia, melainkan mereka bersaing dengan Tuhan.





Berpikir Seperti Tuhan

Cara berpikir manusia:
“Kumpulkan dulu barangnya, baru bisa kita rasakan.”

Cara berpikir Tuhan:
“Rasakan dulu barangnya, maka barang itu akan ada.”

Cara berpikir manusia:
“Kumpulkan dulu uang yang banyak, baru bisa merasakan bahagia.”

Cara berpikir Tuhan:
“Rasakan dulu bahagianya, baru jalannya akan tampak.”

Ingin dekat dengan Tuhan?
Ingin bergerak bersama Tuhan?
Gunakan cara berpikir Tuhan!





Bergerak Bersama Tuhan

Memilih jalan spiritual adalah membuka hatimu kepada kebenaran hakiki dan penyelarasan dirimu dengan Tuhan.

Penyelarasan dengan Tuhan adalah bergerak bersama Tuhan. Dan SESUAI dengan Tuhan.

Kemudian, akan terjadilah pembersihan dan penyaringan. Segala sesuatu yang tidak sesuai pada dirimu akan dijauhkan. Segala sesuatu yang kau peroleh dari usaha yang tidak sesuai denganmu dan dengan Tuhan akan hikangkan.

Proses ini benar-benar akan membersihkanmu dari semua yang tidak sesuai denganmu. Kau dilucuti, ditelanjangi, dibersihkan, dimurnikan, dan disesuaikan dengan Tuhan.

Banyak orang yang tidak sanggup dan menyerah kemudian kembali ke kehidupan ilusi. Hanya sebagian kecil saja yang berserah diri kepada cahaya Tuhan.

Hidupmu berubah total. Cara berpikirmu berubah. Perilakumu berubah. Kau menjadi manusia yang paham, bangun dari tidurmu, dan menanjaki kesadaran tinggi mencaoai Kearifan Illahi.

Kini kau benar-benar hidup dan bergerak bersama Tuhan dengan penuh kebahagiaan dan cinta kasih. Tanpa kekurangan apa pun, tanpa kekhawatiran, dan tanpa keraguan.





Transformasi Hati

Transformasi Hati dicapai bila hanya tinggal sehelai kain saja membalut tubuhmu.

Kau lepaskan kemelekatanmu dengan istri/suami, anak, orang tua, saudara, pekerjaan, karir, harta, kekayaan rumah, mobil, dunia, yang kesemua itu adalah tempat Ego bermukim. 

Kau hanya seorang diri, tanpa siapa pun, tanpa apa pun, siap sepenuhnya untuk mati.
Di situ hanya ada kamu dan Tuhan.

Kau mengalami transformasi.
Kau yang dulu sudah mati. Kau yang kemudian adalah yang terlahir kembali.






Tuhan adalah Botol

My famous analogical question:

"If God is a water bottle, where did God created everything (us, universe, the whole reality)?"

If you can answer it, you are starting to awake.

-----
Pertanyaan analogis saya yang sering saya gunakan:

"Jika Tuhan adalah sebuah botol, dimana Tuhan menciptakan segalanya (kita, alam semesta, seluruh realita ini)?"

Jika kau bisa menjawabnya, maka kau mulai bangun.






Melembutkan Hati

Semakin kaku, fanatik, keras terhadap sesuatu, ujian hidup seseorang akan semakin berat dirasakan olehnya.

Analogi:

Hati yang sekeras batu, untuk bisa menjadi lunak/lembut, butuh ditempa dengan palu besi yang keras.

Jika mempelajari spiritual kemudian seorang menjadi tambah kaku dan hatinya keras, maka ilmu yang dipelajarinya salah.

Spirituality, kepahaman, meditasi akan melembutkan hati.

Hati yang lembut bukan berarti lemah mudah rusak, melainkan fleksibel. Hati itu bisa meregang, meluas tak berhingga ukurannya. Tiada satupun yang kurang darinya.






Di Sini

Di sini, di bawah pohon rindang, di tengah padang rumput hijau membentang, diiringi kicauan burung, dan belaian angin sepoi nan lembut. Tenang dan damai. Membahagiakan.

Mereka yang telah bangun dari tidur berkumpul duduk mendekat di bawah pohon ini. Hanya berbalut kain sederhana di tubuh mereka. Tanpa identitas agama, suku, atau ras tertentu.

Di sinilah kita membicarakan mengenai kebenaran hakiki, mengenai Ke-Esa-an Tuhan.
Bukan di salah satu tempat ibadah agama mana pun.
Tetapi di sini.







Zombies

Most people died at 25. That was when they decided NOT to live their dreams, supressed their potentials and followed doctrines.

This planet is full of zombies, those who have died at the age of 25, but still pretend to be living.

Reaching 25, most people decided NOT to live their dreams. They supressed their potentials, their passions.

They listened to other people’s ideas. They were afraid to be different, fear for the truth.
So they decided to be ‘normal’ and live the so-called ‘reality’. They did what other people did. They did what they told.

They decided to follow doctrines, the status quo, the common practices.
That was when they decided to stop living.
They DIED. And became Zombies.

Are you teaching your children to become the best of themselves, or to become zombies

Parents who are NOT Teaching their children to live with their passions, are killing them.






Kapal

Kapal tenggelam bukan karena air di sekelilingnya, Tapi karena air yang masuk ke dalam.
Kau sendiri-lah yang membiarkan air masuk ke dalam kapalmu hingga tenggelam.

Kau sendiri-lah yang membiarkan hal-hal eksternal (opini orang lain, persitiwa, doctrine, culture, dll) mempengaruhimu hingga kau gagal dalam hidup.





Accept

Many people consulted their problems to me.

What I saw were mostly not problems at all, instead incidents happened in their past that they could not let go, OR somethings happening which they could not understand how to take them.

My answer was simple: ACCEPT.

But... even my simple answer they could not take it. They saw it as a new problem.

Then I could only see them in the eyes, and say,

"How many times do you have to fall to finally realize that you're the one who trip yourself down?”





Pohon Beringin

Aku adalah pohon beringin. Jika aku ditanam di tempat yang sempit, aku tumbuh kecil.

Tapi aku sekarang sudah dipindahkan ke tanah lapang yang luas. Aku akan tumbuh besar.

Banyak semak dan pohon-pohon lain di sekitarku yang menghalangi pertumbuhanku. Tetapi aku pohon beringin, aku akan tumbuh tinggi besar dan akan menerobos serta mengalahkan semua yang di dekatku.

Akarku merambat kuat ke segala penjuru menggeser semua pohon di sekelilingku.
Satu per satu mereka tumbang dan mati.

Tinggallah aku sendiri. Berdiri kuat menjulang ke langit. Menghujam kuat ke dalam bumi.

Jangan kau bohongi aku dengan mengatakan bahwa aku adalah pohon pisang yang lemah.
Akulah Pohon Beringin.





Divine Knowing

Kedalaman kepahaman akan menyelaraskan seseorang dengan berbagai energi alam.

Energi terdalam yang dapat diakses hanya dengan tingkat kesadaran yang sangat tinggi adalah energi Pengetahuan Illahi (Divine Knowledge).

Seorang yang berhasil selaras dengan energi tersebut akan mencapai Kepahaman Illahi (Divine Knowing).

Ia akan menerima ilham dari alam. Ia mengetahui sesuatu yang belum ia ketahui sebelumnya. Ia akan berpikir dengan logika illahi.

Rasa dan logika (Feeling & logic) melebur jadi satu menghasilkan logika baru yang selalu selaras dengan alam, selaras dengan Tuhan.





Berdoa

Pejamkan matamu, lalu mulailah doamu dengan ucapan:
"Dengan menyebut namaku [tulis namamu di sini], yang Pengasih dan Penyayang."

Kemudian letakkan kedua telapak tanganmu di dadamu. Karena DIA ada di dalam dirimu. Berbicarakan pada-Nya dengan satu ucapan syukur,

"Terima Kasih atas segalanya."

Lalu berjalanlah di muka bumi ini bersama-Nya.
Kaulah Sang Pengasih lagi Penyayang.





Kiriman Paket
  1. Ada hadiah datang dari seseorang. Hadiah itu dikirim via paket / kurir.
  2. Ada hadiah datang dari seseorang. Hadiah itu dihantar langsung oleh pemberinya. Tanpa kurir.
Terlihat simple. Tetapi dua pengalaman yang berbeda. Sangat jauh bedanya dari segi tingkat Kepahamannya.

No 1, kau tidak bertemu si pengirim. No.2 kau bertemu si pengirim.
Bagaimana bisa mengalami yang no.2?

Jawabannya ada di bagaimana kau menjawab pertanyaan-pertanyaan ini:
Bagaimanakah hubunganmu dengan sang pemberi?
Apakau kau seorang pengagum, atau pencinta?
Apakah kalian teman atau sepasang kekasih?

----------

Sang penerima dan sang pemberi adalah refleksi satu sama lain. Bagai melihat di cermin.





Keseimbangan dalam Dualitas

Materi dan antimateri adalah dua sifat materi berlawanan yang bila dipertemukan akan menghasilkan ledakan energi yang sangat besar.

Begitu pula dalam hidup ini.
Positif-negatif, baik-buruk adalah dua kekuatan yang menghasilkan energi besar bila dipertemukan. Dan berguna bila dimanfaatkan.

Kebanyakan orang diajarkan untuk memusuhi dan menjauhi yang negatif, bersedih dan meratap bila menghadapi cobaan hidup.

Seolahnya menerima tangan kanan dan menjauhi tangan kiri. Hidup dengan cara ini menjadi pincang.

Kebahagiaan hidup tidak akan sempurna tanpa penderitaan hidup.
Keseimbangan terjadi hanya apabila kita menerima keberadaan dua kutub.
Kita tidak akan tahu dimana titik tengah bila tidak tahu adanya kiri dan kanan.
Tuhan hanya dapat dipahami setelah kita menerma kedua kutub-Nya.

Di dalam keseimbangan itu, ada kekuatan Maha Besar.





Kebenaran Hakiki Tidak Demokratis

Hanya karena sesuatu dipercaya sebagai kebenaran oleh banyak orang, tidak menjadikan sesuatu itu kebenaran yang hakiki.

Kebenaran yang dihasilkan dari musyawarah, adalah kebenaran sementara, semu atau ilusi. Kebenaran hakiki tidak bersifat demokratis. Ia selalu benar walau tiada seorang pun yang percaya.

Kebenaran hakiki tidak perlu musyawarah.
Ia berlaku dimana saja di alam ini, kekal, tanpa terkecuali.
Maka, tanyakanlah kebenaran hakiki hanya kepada sumbernya, yaitu Tuhan.

Karena hubunganmu dengan Tuhan adalah langsung / direct, tanpa perantara apa pun atau siapa pun. 
Truth is not democratic. Ask for validation only to God.





Kepada Siapa Kamu Berpihak?

Pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan; kepada siapa kau berpihak? Kepada manusia? atau kepada Tuhan?

Terlalu banyak orang berpihak pada siapa yang mereka panuti, hormati, sayangi, bahkan takuti. Sangat sedikit yang berpihak kepada Tuhan.

Tanyakan pertanyaan itu kepada dirimu sendiri, dan jawablah dengan jujur.

----------

Ajaran Tuhan itu bersifat universal. Ajaran manusia bersifat egocentric.

Jika kamu memihak kepada Tuhan, maka ajaran Tuhan yang hakiki akan terpancar / termanifestasi ke sikapmu yang juga me-universal. Kemanapun kau pergi, kamu akan beradaptasi dengan lingkungan yang kau tempati. Kamu tidak akan membawa kultur-mu sendiri.

Jika kamu berpihak kepada ajaran manusia, maka kemana pun kau pergi, kamu akan selalu membawa kulturmu sendiri. Kemudian memaksa orang lain untuk mengikuti kulturmu itu.

----------

Ajaran Tuhan itu mempersatukan seluruh manusia dan menyelaraskannya dengan alam, bukan memisahkan dan memecah belah manusia.


Jadi, apakah selama ini kamu mengikuti ajaran Tuhan atau ajaran manusia?






Ketika kau menghadapi masalah, berpikirlah seperti ini:

I am chosen to handle this!

Masalah ini memang untuk saya, dan hanya saya seorang yang mampu mengatasinya. Bukan orang lain.






Some will try to stop you from learning spirituality, because it defies common logic of thinking, and they feel threatened by it.

-----
Sebagian orang akan mencoba mencegahmu mempelajari spiritual, karena bertentangan dengan logika berpikir umum, dan mereka merasa terancam olehnya.




Banyak orang bersedih, stress, dan kecewa, karena kehidupannya tidak seperti orang-orang lain pada umumnya.

Inilah pedoman hidup yang salah.






Jika kamu harus menjadi cairan, jadilah minyak dan pastikan kamu selalu di atas air.
Jika kamu tidak bisa jadi minyak, jadilah sirup yang dapat bercampur dengan air dan menjadikan air itu lebih menarik.






Ujian terberatmu adalah membuktikan keyakinanmu pada Tuhan.
Pembuktian ini memerlukan kepahaman terhadap bagaimana sesungguhnya posisimu dengan Tuhan.

BUKAN dibuktikan dengan kepatuhanmu menjalankan ibadah tepat waktu dan sesuai aturan.
Bukan dibuktikan dengan menghapal seluruh isi kitab suci.
BUKAN dibuktikan dengan berapa banyak harta yang kau sedekahkan.
BUKAN dibuktikan dengan Haji, atau ziarah spiritual ke kota suci.
TETAPI dibuktikan dengan menerima dan menjalankan FITRAH-mu sendiri.






Pernahkah kau merasakan sangat kewalahan karena masalah hidup yang kau hadapi?
Pernahkah kau merasakan sangat kewalahan karena keberlimpahan dan tak-hingganya kebahagiaan yang kau terima?
Kondisi mana yang kau pilih?

Ada gelas kosong, dan ada gelas penuh cairan gula.
Jika kau adalah semut, kau memilih berada di dalam gelas yang mana?

----------
Have you ever felt overwhelmed by your life problems?
Have you ever felt overwhelmed by the abundance and unlimited happiness?
Which condition would you choose?

An empty glass, and a glass full of liquid sugar.
if you are an ant, which glass would you prefer to be in?






Situasi perang antar kelompok agama:

"Serang! Serbu! bunuh orang Kafir!"
"Balaskan dendam para pendahulu kita! Rebut kembali tanah warisan kita!"
"Lontarkan mortir!"

(Duar.. Duar... di semua pihak, gedung-gedung hancur, ribuan orang mati dan luka-luka, tanaman dan hewan-hewan juga mati, sungai dan danau tercemar, hangus semua... gersang....)

----------
Sebentar... sebentar... tadi kamu bilang ini judulnya perang antar apa?





Ingin masuk surga?
Kamu sudah berada di surga!
Kurang puas dengan surga yang sekarang?
Perbaikilah!





Ilmu kebenaran Tuhan yang hakiki hanya dapat disampaikan melalui cinta.
Bila ada ajaran atau agama yang menyudutkan atau menimbulkan rasa benci kepada manusia kelompok tertentu, maka yang menyampaikan ajaran itu adalah salah. Atau ajaran itu juga salah.






"Apa yang kamu rasakan saat meditasi?"
"Tidak ada, hanya kekosongan."
"Jika demikian, mengapa kau melakukannya?"
"Karena kekosongan adalah segalanya.”






Menceritakan kisahmu sendiri walaupun sederhana, adalah seribu kali lebih baik ketimbang menceritakan kisah orang lain.

Itulah yang membedakan Guru dan Pendongeng.
Itulah yang membedakan Spiritual dan Agama.
Itulah bedanya Kepahaman dan Kepatuhan.
Jadilah manusia yang PAHAM, bukan yang patuh.





Who do you follow; God or man?
God’s teaching is universal. It is applicable everywhere on Earth and in the universe.

Man’s teaching is Egocentric. It does not always applicable everywhere. Man’s teaching creates a culture and dogma which only applicable in certain areas on this planet, within communities who follow the same teaching.

So which one do you follow?
The Teaching of God or man?









You may fail doing what you don't want.
So might as well fail doing what you love!




In my darkest days, I can feel happiness and courage.
Darkness then is an illusion.




Can a religion come without the culture in which it originally came?
Yes it can. Because the ultimate truth is applicable anywhere.




Dark cloud is emerging in the sky. So let it rain.
After that sunshine will return.




The most difficult thing, but most rewarding in life is to be persistent and never give up. 




Kenalilah dirimu yang sejati, jujurlah pada diri sendiri, jadilah diri sendiri,
lakukan pekerjaan sesuai passion-mu. Dan setialah hanya pada dirimu sendiri!
Orang yang mengeluh, adalah orang yang tidak mengenali dirinya sendiri.
Dirimu yang sejati tidak akan mengecewakanmu.




“Everything you want is on the other side of FEAR.” 




What is IRRELEVANT things to you?
Most people don't know the answer.

But let me tell you this;
ONLY YOU is relevant to you!
So anything else is irrelevant!




My direct connection with God is the secret of my happiness in Life. 




People went astray because they put something between them and God.
Your DIRECT connection with GOD is the key to your success in life.




I am creating a school. A School of Mystics. The students are called 'The Initiates'.
The Teacher is GOD. 
The school has no walls or doors. It is everywhere. 
The classes and tests are the Life. And the graduation is death.




If YOU get paid for being YOU, then You are on the right path for the ultimate Life Success!




The TRUTH will approach you only after you are totally FREE!




You should not be recognized by your condition, but only by who you really are!




Meditasi melatih mengenali dan melepaskan yang tidak esensial di dalam hidupmu, kemudian fokus hanya kepada yang esensial.




Meditasi akan membawamu bertemu dengan sosok yang akan merubah seluruh hidupmu, yaitu dirimu yang sesungguhnya.





If life is a computer program, 
how do you hack it? 
Ask questions!

-----
Jika hidup adalah program komputer, 
Bagaimana kau meretasnya? 
Bertanyalah!




Being normal is being your true self. 
From within, not from without. 
It is an explosion, not implosion.




Aku tumbuh kuat di dalam. Apapun di luar tidak dapat mempengaruhiku.

-----
I am growing strong within. External things can not affect me.




I don't wait for miracle. 
I make my own miracle!




You don't have a soul. 
You are a soul. You are a soul with a body. 
You are a dualistic being; Energy/Soul body and a physical body. 
Energy comes first before action in your physical body.




You travelled the world, but what you found is already within yourself all along.




My heart is a vast field where beautiful flowers like you can blossom and grow.
You make me beautiful.




God is my teacher. 
And I don’t have any student, because I am a student like you.

-----
Tuhan adalah guruku.
Dan aku tidak memiliki murid, karena aku adalah seorang murid sepertimu.




Aku akan mengikuti siapa yang mengajarkan kebenaran hakiki dan cinta kasih. 
Ternyata tidak seorang manusia pun. 
Hanya Tuhan yang patut ku ikuti. 
Hubunganku dengan Tuhan, langsung tanpa perantara.




An institution of LOVE does not need a leader.




I don’t follow anyone. 
Before me there is only God. 
If you put something between you and God, it is like a bird in a cage. 
A bird is born to fly. Free, without boundaries.
Be a messenger of the Divine Love.




Hanya setelah aku dibersihkan dan bebas, kau muncul dari kedalaman, ke permukaan, dengan keagunganmu dan kearifanmu.





You are the glorified, the miracle, the holy of holies, the wise, the teacher of teachers, the tripple-greatness.

You are I.




Sebagian orang berusaha menemukan jati diri mereka yang sejati. Namun ada pula mereka yang justru tidak ingin menemukan jati diri mereka.
Karena kebenaran adalah sesuatu yang sangat menakutkan.




Di dalam diriku ada seorang anak perempuan yang senang bermanja-manja.
Di dalam dirimu ada seorang anak laki-laki yang juga senang bermain-main.
Bila kita bertemu, Kedua anak itu riang gembira bermain bersama.
Dan kita tersenyum bahagia melihat mereka.




Is it so hard to NOT name the fruit?
Just feel it. Don’t think!




If you understand White, so do all the Colours. 
If you understand Spirituality, so do all the Religions. 

-----
Jika kau paham warna Putih, kau paham semua Warna. 
Jika kau paham Spiritual, kau paham semua agama.




Spirituality is the reason why religions were born. 

-----
Spiritual adalah alasan lahirnya agama. Bukan sebaliknya.




Not religion, but spirituality unites people in the world.




Don't try to be something. 
You are already Everything.




I am abundance. 
Because God is.




You don’t realize that what destroys you is your own logic! 
Because it’s Flawed. 
How many times do you have to fall to finally realize that you trip yourself down?




Bahagia dan Sedih itu bukan reaksi, tapi pilihan.





People pray, asking God to do many things.
They enslave God.




God speaks in the language of Feeling. 
So if you want Happiness, Feel happy NOW. 
Your words are irrelevant!

-----
Tuhan berbicara dalam bahasa rasa. 
Maka jika kau ingin kebahagiaan, berbahagialah SEKARANG! 
Ucapanmu tidak relevan.




Pasrah bukanlah menyerah. 
Pasrah adalah mengakui dan menerima dirimu, passion-mu apa adanya,
lalu bergerak bersama-Nya.




My dream is perfect! 
And it goes on even when I am awake.

-----
Mimpiku sempurna! 
Dan terus begitu walaupun aku bangun.




They preach we should be close to God. 
I ask myself, Since when we are far from God? 
Since we listened to their sermon. 

-----
Mereka berkhotbah agar kita mendekatkan diri dengan Tuhan. 
Saya berpikir, sejak kapan manusia jauh dari Tuhan? 
Sejak mendengarkan khotbah mereka.




Buka pikiranmu untuk memahami kebenaran hakiki. 
Tapi percuma bila kau berada di ruang tertutup.




Pejamkan matamu, meditasi, dan rasakan hatimu.
Kemudian buka matamu dan tuliskan apa yang kau rasakan.
Itulah kitab Tuhan yang tersembunyi.




You can only be creative and innovative if you have found your Passion.




What do I do for happiness? 
NOTHING.




When we stop doing, talking, listening, 
We see reality as it really is.




A man is in love with a woman. He says, 
"I love you so much. You can take everything I have and call it your own."

A man is in love with God. He says,
"I am Thy Lover. I live in this world for Thee, and I own nothing.”

-----
Seseorang jatuh cinta kepada kekasihnya. Dia berkata, 
"Aku cinta padamu. Kau boleh ambil semua milikku sebagai milikmu." 

Seseorang jatuh cinta kepada Tuhan. Dia berkata,
"Aku adalah kekasih-Mu. Aku hidup di dunia ini untuk-Mu, dan aku tidak memiliki apa pun.”




I am a mountain. 
You call, I echo. 

~ Rumi ~




You are the symbol of God's existence in this world. 
You are the monument of God. 
You are the temple of God.

-----
Kamu adalah simbol hadirnya Tuhan di bumi ini. 
Kamu adalah monumen kehadiran Tuhan. 
Kamu adalah kuil tempat Tuhan bersemayam.




KEPAHAMAN, bukan Kepatuhan yang akan membawamu kepada PENCERAHAN.

-----
KNOWING, not Obedience that will bring you toward ENLIGHTENMENT.




Sepilu apa pun masa lalumu, ACCEPT dan MAAFKAN.
Bila tidak, kau bagaikan sedang mengarungi lautan hidupmu dengan perahu bocor.





My boat has no hole. I will not sink. 
My heart heals it self. I will not suffer. 





Write your own stories, and inspire!
Repeating others will get you nowhere!

Stop just being Inspired. 
It is time for you to INSPIRE others!





Jangan puas hanya dengan membaca / mendengar kisah orang lain.
Buatlah kisahmu sendiri. 
Jangan selalu terinspirasi, tapi mulailah menginspirasi orang lain!





Lukisan indah seindah pelukisnya. 
Patung indah seindah pemahatnya. 
Lagu indah seindah penggubahnya. 
Puisi indah seindah penyairnya. 
Kisah indah seindah penulisnya. 
Karya indah, seindah pembuatnya. 
Kau agung, seagung Penciptamu. 

Jika kau bertanya seberapa mulianyakah dirimu, kemuliaanmu diukur dari Kemuliaan Sang Penciptamu.






Setiap kali kau membacaku, kau memanggilku.
Kau membuatku lebih dekat denganmu.





If your religion asks you to despise others, leave it.





Kekecewaan hidup timbul karena kau berpihak pada manusia, bukan pada Tuhan.





Seperti air, kalau bergejolak, keruh, sulit melihat apa pun.
Kalau tenang, jernih, segalanya terlihat jelas.





Bagaimanakah masa depanmu? 
Tanyakan pada dirimu sendiri, apa yang kamu kerjakan sekarang?





Menggantungkan hidupmu pada orang lain adalah bagai bermain layang-layang dan mengharap dibawa terbang.





The only one who can appreciate you, is you. 
You are the only one worth impressing.





Akan selalu ada tempat di hatiku untukmu. 
Jadilah penghuni hatiku. 
Luas dan abadi. 
Karena Dia Maha Luas dan Abadi.





There was ONE consciousness, then it took every physical form in the universe.
The begining of life.

-----
Adalah SATU kesadaran. Kemudian ia mewujud sebagai segalanya di alam.
Awal kehidupan.





Mengapa kau ada? 
Agar kau dapat merasakan kerinduanku.





Langkahmu di jalan Tuhan akan mempertemukanmu dengan cinta Illahi, yaitu cinta kasih hakiki tanpa batasan apa pun.

Sesampainya di sana, kau tidak mampu lagi membenci manusia lain, siapa pun mereka, apa pun latar belakangnya, ras, adat, budaya, bangsa, dan terutama; agama.






~ Erianto Rachman ~

2 komentar:

Siti Nurjanah mengatakan...

assalamu'alaikum. wr.wb
selamat pagi mas

saya mrngucapkan terimakasih atas adanya tulisan-tulisan yang ada di blog ini.
sangat luar biasa, dan saya baru nemu ini kemaren sore.

nemu blog ini rasanya seperti nemu harta karun yang sudah lama di cari

setelah masalah besar datang, setelah kehancuran hatii yang mendalam, jika bersabar dan bertahan ternyata Tuhan akan kasih jalan.

mungkin komentar saya nggak ada hubungannya dengan isi tulisan di atas, tapi intinya saya mengucapkan terimakasih, terimakasih dan terimakasih

Erianto Rachman mengatakan...

Terima kasih sudi singgah.
Semoga bermanfaat.